Welcome

Assalamu'alaikum wr. wb. ..

Artikel & Essay




BHINEKA TUNGGAL ‘BAHASA’
(Imron Wafdurrahman)
            Bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Melihat posisi bahasa Indonesia dalam proses integralisasi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.        
 
            Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman budaya. keberagaman bangsa Indonesia mencakup semua aspek kehidupan, diantaranya; suku bangsa, ras, bahasa, aliran  politik, agama dan lain sebagainya. Integrasi nasional yang dimiliki bangsa Indonesia terbentuk atas dasar keberagaman masyarakatnya. keberagaman budaya masyarakat Indonesia itulah yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya dan berbudaya serta memiliki banyak potensi untuk terus berkembang menjadi bangsa yang maju. Namun, jika kita salah menilai hal tersebut, keberagaman juga seringkali menimbulkan konflik dan perpecahan pada tubuh bangsa Indonesia sendiri. Salah satu bentuk keberagaman tersebut adalah bahasa. Bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, namun ketika hakikat bahasa itu disalahgunakan atau disalahartikan sebagai bentuk disintegrasi sosial terhadap bahasa Indonesia itu sendiri, maka hal tersebut akan memicu timbulnya perpecahan maupun konflik. Namun, ketika bahasa digunakan sebagai bentuk pemersatu keberagaman, maka dari bahasa itu sendiri akan menjadi solusi permasalahan konflik dan perpecahan tersebut. Di sini penulis akan memaparkan fungsi bahasa indonesia sebagai sarana integrasi, dilihat dari keberagaman bahasa di Indonesia, fungsi bahasa Indonesia, dan tantangan bahasa Indonesia di era modern.
      

            Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia sudah dicanangkan dalam sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di tanah air ini terdapat kurang lebih 748 bahasa ibu atau bahasa daerah. Keberagaman bahasa di Indonesia merupakan wujud konkret keberagaman kebudayaan diseluruh tanah air. Dalam konsep ilmu sosiologi, dikatakan bahwa semakin beranekaragam jenis masyarakat, maka semakin besar pula peluang untuk terjadinya perpecahan atau disintegrasi. Bahasa yang merupakan bagian dari kebudayaan, ragamnya begitu banyak di Indonesia, hal inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan disintegrasi sosial dalam masyarakat. Dicanangkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dalam UUD 1945 merupakan langkah yang tepat, dengan hal tersebut setiap warga negara Indonesia harus mampu berbahasa Indonesia, dan dengan itu pula keanekaragaman bahasa di Indonesia dapat disatukan melalui bahasa Indonesia. Pencanangan tersebut juga menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang wajib dipelajari di berbagai tingkatan akademisi di seluruh tanah air. Dengan demikian keberagaman bahasa di Indonesia dapat disatukan dengan pembelajaran serta penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi sehari-hari oleh seluruh masyarakatnya. Bahasa Indonesia tidak condong terhadap bahasa tertentu, bahasa Indonesia merupakan penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing, karena itulah bahasa Indonesia dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang beranekaragam latar belakang budayanya.     

Fungsi Bahasa Indonesia     

            Selain sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga mempunyai beberapa fungsi lain, diantaranya yang pertama adalah sebagai alat komunikasi nasional, bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi verbal (lisan dan tulis) yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia secara formal berdasarkan UUD 1945. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, masyarakat yang beranekaragam dapat saling berkomunikasi dengan baik dan mudah, tanpa memandang adat, suku, dan ras masing-masing. Yang kedua, bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial, disini bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan. Pembelajaran dan pemahaman berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan hal yang wajib diketahui oleh orang-orang asing yang berdomisili di Indonesia. Dengan kata lain, adanya bahasa Indonesia merupakan upaya adaptasi orang asing terhadap budaya berbahasa di Indonesia sendiri, supaya mereka dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Secara tidak langsung hal tersebut akan menaikkan citra bahasa Indonesia kepada masyarakat asing. Yang ketiga, bahasa Indonesia sebagai alat kontrol sosial, bahasa Indonesia berperan sebagai alat kontrol sosial yang mempersatukan dan menjadi penengah konflik yang muncul di masyarakat Indonesia sendiri. Misalkan dua dari golongan suku berselisih pendapat, maka meditasi akan dilakukan di keduanya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Begitu bermanfaatnya bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, memang patut dibenarkan apa yang seringkali didengungkan oleh para pahlawan kita bahwa; bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa.        

Tantangan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Lain         

            Bahasa Indonesia pada era modern mempunyai tantangan dari bahasa lain. Bahasa lain disini adalah bahasa asing ataupun bahasa modern yang mulai menjamur di kalangan pemuda. Bahasa asing itu diantaranya adalah bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa perancis dan bahasa asing lainnya. Sedangkan bahasa modern disini salah satunya adalah bahasa alay-bahasa yang dianggap gaul dan diciptakan sendiri oleh pemuda Indonesia-. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bahasa asing yang merebak di kalangan pemuda Indonesia, hal itu akan menjadikan point plus  bahwa pemuda saat ini memiliki banyak wawasan kebahasaan dan tidak terpaku pada bahasa ibu. Namun yang menjadi masalah, terkadang karena kurangnya filterisasi oleh pemuda itu sendiri, mereka cenderung lebih bangga dengan bahasa asing yang mereka kuasai. Contoh konkretnya, misalkan si A memenangkan lomba pidato bahasa Inggris, dan si B memenangkan pidato bahasa Indonesia, maka si A yang akan dipandang lebih pintar, lebih keren dan lebih mampu di kalangan teman-temannya yang lain. Persepsi yang seperti inilah yang menjadikan bahasa Indonesia secara tidak langsung menjadi bahasa yang dinomorduakan, atau tidak dibanggakan bagi warga Indonesia sendiri. Padahal sebagai warga negara yang baik, kita mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan dan membudidayakan kebudayaan yang telah dimiliki oleh bangsa ini, salah satunya dengan penggunaan bahasa resmi negara dengan baik dan benar, yaitu bahasa Indonesia.        

           
Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia berperan penting  dalam proses kesatuan dan persatuan bangsa. Selain itu, bahasa Indonesia juga mempunyai fungsi secara sosial kemasyarakatan. Sebagai warga negara yang baik kita mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Keberagaman budaya di Indonesia dapat disatukan dengan bahasa, bahasa resmi bangsa Indonesia, yaitu bahasa Indonesia.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Single itu baik daripada kita melakukan cinta yang salah
Oleh : Imron Wafdurrahman

Ketika kita akan membeli sebuah handphone baru, problema pilihan pasti akan berada dalam posisi yang pertaman. kita tentu akan lebih jeli dan teliti dalam memilih handphone itu, dari fitur-fitur yang terdapat didalamnya dan segala elemen pendukung lainnya. Jika dihadapkan dalam dua pilihan antara handphone second dan baru, maka orang yang normal dan sebodoh orang itu dimata manusia yang lain, ia tetap akan memilih handphone yang baru, melihat dari segi keorisinilannya yang tentunya lebih mencolok dari yang second. Suatu kebanggaan tersendiri dalam diri kita jika kita mampu mendapatkan suatu benda yang baru dan benar-benar dalam keadaan yang murni belum pernah terjamah oleh orang lain, dan kitalah pemilik pertamanya, lebih-lebih kalau barang itu langka dipasaran.

Tak beda jauh dengan permasalahan diatas. Berkaca pada diri sendiri, mampukah kita mendapatkan barang yang benar-benar pantas menjadi milik kita serta kita mampu untuk merawatnya. Demikian juga halnya dengan pendamping hidup kita, jika kita ingin mendapatkan pendamping hidup yang baik marilah terlebih dahulu kita berkaca pada diri masing-masing, mampukah dan layakkah diri kita untuk disandingkan dengan mereka sosok baik yang kita dambakan tersebut?.

Seperti halnya hukum kausalitas (sebab-akibat), jika kita berikan kebaikan maka akan dibalas kebaikan pula, jika kita memberikan keburukan maka tak jauh juga kita akan mendapatkan keburukan pula. Janji Allah juga demikian, jika kita menjadi pribadi yang baik maka kita juga akan mendapati pribadi-pribadi yang ada dalam kehidupan sekeliling kita, karena Allah itu adalah maha Adil.

Tak usah risau atau mengeluh atas kisah kehidupan yang sedang kamu lalui, tak usah merasa bahwa alur kebaikan yang selama ini kamu perbuat tak dilihat oleh Allah SWT, hingga kita merasa didunia ini hanya sendiri, sendiri, dan sendiri. Ingatlah ..

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (Q.S. An-Nur : 24)

Itulah janji Allah kepada hambanya yang senantiasa menebarkan akhlak kebaikan bagi orang-orang disekelilingnya. kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan keburukan pula.

Jika ingin mendapatkan barang yang baik maka baikkanlah dulu diri kita, barulah kita meminta hak kepada Allah SWT dengan jalan Do’a, Ikhtiyar, dan tawakal. Sucikanlah diri kita karena Allah telah menjanjikan pendamping hidup yang suci bagi kehidupan kita kelak. Tanamkan satu akar kebaikan untuk tumbuhkan ribuan daun kebaikan yang akan menyejukkan kehidupan. Bagi kawan sekalian yang sedang bimbang terhadap status kehidupannya, ingatlah.. single bukan berarti kita lari dari sebuah pilihan, karena single itu lebih baik daripada melakukan cinta yang salah !

Fastabiqul khoirat..
Mari berlomba dalam mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan dunia akherat, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat dan mampu membaikkan orang-orang disekelilingnya.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Membangun generasi muda yang kuat
Oleh : Imron Wafdurrahman
           
            Indonesia negeri yang kaya raya, melimpah sumber daya alamnya terhampar menjadi suatu dalam bumi pertiwi indonesia, dari sabang hingga merauke semuanya berpotensi sebagai kekayaan alam yang luar biasa, karunia sang pencipta yang tak terkira di bumi Indonesia, dan kita harus bangga menjadi bagian dari indonesia. Tanahnya yang subur membuat segala macam tumbuhan dapat tumbuh di bumi pertiwi Indonesia. Keadaan alam yang indah permai dapat dikembangan sebagai obyek pariwisata, dan masih banyak lagi kekayaan lainnya.
 Namun realita yang terjadi, amanat tuhan ini sedikit dilupkan oleh penghuninya. Betapa tidak, kekayaan sumber daya alam yang melimpah tidak dapat dikelola dengan baik pemerintahnya. negara yang kaya raya hanya menjadi babu di negaranya sendiri, dengan alasan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia yang kurang dan terbatas, banyak investor asing yang mengolah sumber daya alam di Indonesia, secara tidak langsung kembali menjajah kekayaan alam indonesia di era modern dengan cara yang lebih santun.
            Jumlah kuantitas warga negaranya yang menempati ranking ke empat di dunia sebagai negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan kualitas yang dimiliki masyarakatnya, khususnya pemuda. Banyak warga negara Indonesia yang menjadi pekerja di negara lain, padahal jika melihat tambang melimpah di bumi pertiwi, maka sangatlah cukup jika dapat dimanfaatkan sebagai lahan baru lapangan pekerjaan. Yang juga akan menopang perekonomian masyarakatnya kedepan.
            Masa depan bangsa dapat dilihat dari tingkah polah pemudanya sekarang. Melihat fenomena semacam itu, sebagai bagian dari pemuda indonesia sudah selayaknya kita kritis terhadap hal semacam itu. Menempatkan permasalahan bangsa sebagai beban yang harus kita angkat dan selesaikan bersama-sama, bahu membahu membangun peradaban bangsa yang maju dalam kehidupan di masa depan. Teringat ungkapan presiden pertama Republik Indonsia, “berikan saya sepuluh pemuda, maka saya akan bangun peradaban indonesia menuju dunia”. Sungguh betapa pentingnya peran pemuda dalam perkembangan dan kemajuan bangsa, mulianya pemuda dimata perkembangan bangsa. Kita ketahui bersama masa muda adalah masa emas dari siklus kehidupan manusia, dimana semua organ dalam tubuh manusia masih berfungsi secara aktif dan matang dalam bekerja. Dan jika itu dimanfaatkan, maka akan timbulkan dampak yang luar biasa bagi masa depan.
            Sudah selayaknya bangsa ini bangkit dari perkembangan panjangnya yang tak kunjung usai. Melepaskan belenggu negara-negara adidaya, berani mengembargo produk-produk dalam negeri. Bangsa-bangsa adidaya tak akan mampu berbuat apa-apa jika kita tidak lagi menjadi konsumen dari produk mereka, lebih jelasnya mereka akan lumpuh jika tidak ada negara kita yang hingga sekarang masih sebagai konsumen besar produk-produk mereka.
            Tanamkan semangat perjuangan pahlawan revolusi indonesia. Sebagai pemuda bangsa yang beradaban pancasila, berasaskan bhineka tunggal ika, dan berlandaskan undang-undang dasar ’45. Bukan saatnya lagi kita menanamkan sifat konsumerisme bagi bangsa ini, selayaknya kita para pemuda sebagai pelopor kreativitas bangsa melakukan gebrakan inisiatif keaktifan bangsa dimata dunia. Bukan lagi menjadi bangsa yang pasif tetapi aktif dalam persaingan global dunia. Kalau kita mampu memproduksi kenapa harus masih mengkonsumsi?. Mulai dari mencintai produk dalam negeri dan mengembargonya, kita harus bangga menjadi bagian dari bangsa indonesia.
            Pemuda harapan bangsa, pemudalah yang akan membawa tongkat estafet masa depan negara selanjutnya, pemuda adalah rasa penguasa adidaya negara. Bangun generasi muda yang kuat dan bersahaja. Gali ilmu pengetahuan dan intelektualitas pemuda, kembangkan dan dedikasikan untuk kemajuan bersama. Semangat pemuda dalam peradaban bangsa.

------------------------------------------------------------------------------------------------



INDONESIA BANGUN DARI TIDURNYA

            Ketika semua orang bertanya, apa sih yang telah pemerintah negara berikan kepada rakyatnya ? apakah anda bisa menjawab ? semua problema dan permasalahan yang menumbuh kembang pasca reformasi 1997/1998 merupakan alih alur negara Indonesia menuju negara kembang maju dan menemukan nilai cita-cita leluhurnya. Abad ke 21 ini mungkin merupakan masa pahit dalam sejarah perkembangan menuju negara yang memimpin dunia di kemudian hari. Sontar terdengar kasus-kasus yang meruak menghiasi kaca media tanah air. Korupsi penggelapan dana, kisruh politik, sampai kasus pencurian pun hinggap dan menemani hiburan kaca media dalam keseharian masyarakat kita.
            Sudah saatnya bangsa ini terbangun dari masa siuman yang begitu panjangnya, tertidur atas idealisme keserakahannya. Lenyap rasa sosial terhadap masyarakat sekitarnya. Sudah saatnya semua itu dihapuskan dalam memori kelam mimpi kepulasan bangsa indonesia dalam tidur panjangnya. Para aktor politik ditanah air, yang gencar dengan janji palsunya ketika berorasi dalam masa kampanye, sangat bertolak belakang dengan kenyataannya. Dan kepada siapa kita patut menyalahkan semua itu, jika mereka dalam masa kerjanya hanya beracu pada pola hidupnya sendiri, bersikap apatis terhadap aspirasi masyarakatnya. siapakah yang memilih dan mempercayakan singgasana bangsa mulia ini dipegang oleh rentenir kaya yang semakin kaya, hidup bergembira diatas penderitaan masyarakatnya. Plesiran keberbagai tempat dengan sanak saudaranya, dan pulang ke tanah air tanpa menghasilkan apa-apa. apakah masa depan bangsa ini bisa dibeli hanya dengan rogohan rupiah saat pemilu berlangsung ?
            Mungkin pahlawan dalam tidur abadinya telah menangis melihat tingkah polah anak cucu bangsa ini, sikap apatis, hedonis, tumbuh subur di era globalisasi sekarang ini. Mereka mejerit, berteriak dan menagis haru mendengar teriakan elit politik ditubuh bangsa ini. Seakan ingin bangun kembali dalam kehidupan di abad ini untuk kembali memerdekakan bangsa ini dari kolonalisasi masyarakatnya sendiri. Dihari kemerdekaan bangsa ini, Sorak sorai menghiasi tangis dalam tidur abadi mereka. Betapa tidak, peluh dan darah yang mereka sumbangkan untuk tanah air tercinta hanya dibalas dengan pentasan kemeriahan yang dianggap sakral, yang sudah menjadi tradisi untuk dijadikan sebagai ajang unjuk kebolehan dalam perlombaan. Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini, jika nilai luhur sejarah pahlawan hanya tinggal sejarah, dipelajari tanpa dimaknai.
            Sudah terlalu lama bangsa ini pingsan dalam kelamnya, lelah bangsa ini atas beban masyarakatnya, elit politiknya, dengan alasan kekuasaan dan aturannya. Kita, anda, dan seluruh masyarakat tanah air tercinta indonesia raya, sudah saatnya kita genggam erat tangan kita, bersama suarakan dengan lantang, teriakan keras menggugah indonesia dari tidur panjangnya. Bangun, gerak, dan berlarilah kencang. Lihat kedepan, banyak emas menunggu kejayaan indonesia. Dengan semangat pemuda, rakyat indonesia siap berlari kencang menjadi penguasa dunia, demi hari esok tercipta Republik Indonesia memimpin dunia..

------------------------------------------------------------------------------------------------------




4LaY Itu X3rEn !
Oleh : Imron Wafdurrahman

Petik semanggi kawan-kawan, ambil semangat di pagi hari..
Nuun wa qalami wamaa yasturun, demi pena dan apa-apa yang dituliskan olehnya. Mengkaji psikologi seseorang melalui tulisan tangan. Mungkin sudah ada kajian tentang model dan karakter tulisan seseorang melalui tulisannya sendiri dapat dibaca macam kepribadian dan karakter penulis. Tetapi pengolahan data seperti itu hanya bisa dilakukan oleh pakar yang sudah ahli dalam bidangnya.
Itu kalau tulisan tangan, nah bagaimana dengan tulisan ketik dari (keyboard maupun keypad) apa juga bisa mencerminkan karakter dan watak seseorang ?
Yap, kita coba saja demikian..
Tulisan 4LaY mungkin sedang merebak dikalangan pemuda. Dari mana asalnya tulisan itu, siapa orang yang pertama kali mempeloporkannya kepada kita ? whathever, itu tidak penting ..
4lay, penggunaaan mekanisme bahasa yang tidak karuan. Hipotesis dari whorf-sapir “bahasa menentukan corak masyarakatnya”. Misalnya dalam perbendaharaan kosakata bahasa indonesia tidak mengenal tenses seperti yang ada pada bahasa inggris maupun bahasa arab, realitanya kita sebagai warga indonesia sendiri kurang begitu menghargai terhadap waktu, hingga kata jam molor itu sudah menjadi hal yang biasa didengar dalam telinga kita. Berbeda dengan mereka yang mengenal tenses dalam perbahasaan mereka, di inggris adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi kata on time, jika ada keterlambatan walaupun hanya sedikit, itu sudah menjadi aib yang sangat besar bagi pelakunya. (kondisi yang terbalik dengan bangsa kita).
kalau dikaitkan jika bahasa saja mencerminkan corak masyarakatnya apalagi dengan tulisannya. Tulisan merusak mental bangsa? Benarkah demikian, mari kita buktikan:
1.       Dari penulisan, bahasa lebih tepatnya tulisan Alay mencerminkan bahwasanya tidak adanya podasi yang kuat dalam karakter seseorang, penulisannya amburadul dan tidak konsisten. Kita ambil contoh “4kU $3D4n6 m@k4N !” hanya kalimat sepele yaitu aku sedang makan, namun dikemas dengan ketidaksesuaian dengan aturan penulisan yang benar. Disini membuktikan dengan penggunaan huruf besar dan kecil dalam satu kata, penggunaan angka dan huruf yang dijadikan menjadi satu, membuktikan tidak adanya pondasi yang kuat dalam diri seseorang. Kasarannya belom ada akar jati diri yang tertanamkan dalam jiwanya.
2.       Tulisan alay hanya mementingkan segi estetika tanpa memperhatikan etika, apalagi berkaitan dengan makna. Mencerminkan kondisi seseorang yang lebih menonjolkan background latar hidupnya daripada ilmu pengetahuannya, seakan-akan ia ingin menunjukkan dengan keindahan tulisannya itu ia ingin dieluh-eluhkan sebagai orang yang wah diantara teman-temannya. Hal inilah yang menyebabkan pribadi sombong diantara individu, setiap individu beranggapan bahwa dirinyalah yang paling baik daripada yang lain.
3.       Tulisan alay menghancurkan pola pikir individu. Memang kalau dilihat dari segi seninya memang tulisan itu berseni, tetapi seni yang tidak bermakna. Lebih menonjolkan tulisan luarnya (dengan dibentuk sedemikian rupa) dan meninggalkan segi makna tulisan didalamnya. Kadang itu yang membuat saya sendiri jengkel, tulisannya sulit dibaca ditambah maknanya lari kemana-mana. Ya seperti itulah gambaran remaja sekarang, kurang bisa memahami kondisi lingkungan di sekitar.
4.       Dan masih banyak lagi bukti yang bisa dipaparkan ..

Banyak sekalia hala yang menjadi problema dalam kehidupan kita, dari masalah kelas teri hingga kelas kakap, semuanya merata dari atas kebawah, hanya tingkatan dan jenisnya saja yang berbeda.
Melihat fenomena seperti itu, maka dapat saya menyimpulkan sementara bahwa bahasa Alay adalah bahasa yang merusak mental bangsa, dari bahasa kita dapat melihat corak dan karakter suatu bangsa. Mari menulis dengan kaidah yang telah disesuaikan, sebagai pondasi kita melangkah kedepan.

Semoga bermanfaat !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar